Daftar Isi
- 1. Gedung Sate
- 2. Museum Konferensi Asia Afrika
- 3. Gedung Merdeka
- 4. Jalan Braga
- 5. Villa Isola
- 6. Gedung Pakuan
- 7. Kampung Belanda Bumi Pakuan
- 8. Vihara Satya Budhi
- 9. Masjid Raya Bandung
- 10. Stasiun Bandung
- 11. Hotel Savoy Homann
- 12. Museum Geologi
- 13. Sudirman Street Food
- 14. Taman Lansia
- 15. Museum Pos Indonesia
- Itinerary Wisata Sejarah 1 Hari
- Tips Wisata Sejarah
- Tour Guide Lokal
Bandung punya sejarah panjang sebagai kota kolonial Belanda dan tempat berlangsungnya Konferensi Asia Afrika 1955. Banyak bangunan dan landmark bersejarah yang masih berdiri dan bisa dikunjungi. Berikut panduan wisata sejarah di kota Bandung yang patut kamu eksplor.
1. Gedung Sate
Landmark Bandung dengan arsitektur Art Deco. Dibangun 1920 sebagai kantor pemerintahan Hindia Belanda. Sekarang jadi Kantor Gubernur Jawa Barat. Bisa dikunjungi di luar jam kerja untuk foto-foto.
2. Museum Konferensi Asia Afrika
Bekas tempat Konferensi Asia Afrika 1955 yang melahirkan Dasasila Bandung. Sekarang jadi museum yang memamerkan dokumentasi konferensi. Tiket masuk gratis.
3. Gedung Merdeka
Bangunan bersejarah di Jalan Asia Afrika, tempat konferensi diadakan. Arsitekturnya kolonial dengan sentuhan modern. Sering jadi spot foto wedding.
4. Jalan Braga
Jalan ikonik dengan deretan bangunan kolonial. Banyak cafe dan toko dengan suasana old-school. Cocok untuk jalan santai sambil menikmati arsitektur.
5. Villa Isola
Bangunan Art Deco yang sekarang jadi bagian dari UPI. Salah satu landmark arsitektur penting di Bandung. Lokasi di Setiabudi.
6. Gedung Pakuan
Rumah dinas gubernur dengan arsitektur kolonial. Tidak bisa masuk, tapi bisa dilihat dari luar.
7. Kampung Belanda Bumi Pakuan
Komplek perumahan dengan arsitektur Belanda yang masih dipertahankan. Cocok untuk jalan-jalan dan foto-foto.
8. Vihara Satya Budhi
Vihara tua dengan arsitektur Tionghoa klasik. Salah satu vihara tertua di Bandung. Lokasi di Jalan Klenteng.
9. Masjid Raya Bandung
Walau bangunannya sudah direnovasi modern, sejarahnya panjang. Pelataran luas dengan menara kembar yang ikonik.
10. Stasiun Bandung
Stasiun kereta dengan arsitektur kolonial yang masih dipertahankan. Bagian depan tetap original.
11. Hotel Savoy Homann
Hotel bersejarah tempat para delegasi Konferensi Asia Afrika menginap. Masih beroperasi sebagai hotel sampai sekarang.
12. Museum Geologi
Museum dengan koleksi geologi terbesar di Indonesia. Bangunan kolonial yang masih original. Tiket masuk sangat murah.
13. Sudirman Street Food
Walau bukan bangunan, area ini punya sejarah panjang sebagai pusat kuliner di Bandung. Banyak warung sudah eksis puluhan tahun.
14. Taman Lansia
Taman dengan banyak pohon tua dan suasana kolonial. Cocok untuk jalan santai. Lokasi dekat Gedung Sate.
15. Museum Pos Indonesia
Museum yang menampilkan sejarah pos di Indonesia. Bangunan kolonial dengan koleksi prangko langka. Tiket sangat murah.
Itinerary Wisata Sejarah 1 Hari
Pagi (08.00-12.00): Mulai dari Gedung Sate, lanjut Museum Geologi, lalu Jalan Braga.
Siang (12.00-14.00): Makan siang di sekitar Asia Afrika. Banyak warung legendaris.
Sore (14.00-17.00): Museum Asia Afrika, lanjut Gedung Merdeka dan Masjid Raya.
Malam (17.00-20.00): Jalan Braga lagi untuk suasana malam yang berbeda. Dinner di cafe-cafe lama.
Tips Wisata Sejarah
Transportasi
Daerah pusat kota bisa pakai jalan kaki atau taksi online. Parkir di area Asia Afrika sering penuh, lebih baik parkir di hotel atau mall lalu jalan.
Waktu Terbaik
Weekdays lebih sepi. Sore hari (jam 4-6) untuk foto-foto dengan cahaya bagus.
Etika
Beberapa bangunan masih dipakai (Gedung Sate, masjid), jadi pakai pakaian sopan. Beberapa museum gak boleh foto pakai flash.
Tour Guide Lokal
Beberapa komunitas menawarkan tour sejarah Bandung dengan guide. Biaya sekitar 100-200 ribu per orang. Worth it untuk cerita lebih lengkap.
